Burung Hantu
Burung Hantu
Ini adalah kisah seorang anak lelaki bernama Dimas. Dimas merupakan salah satu siswa terbaik di kelasnya. Dimas selalu mendapatkan peringkat pertama setiap tahunnya hingga dia masuk ke SMA.
Semua itu karena hasil didikan dari orang tua Dimas yang keduanya merupakan pengajar terbaik di seluruh Indonesia.
Dimas tidak mau mencoreng nama baik keluarganya apabila dia tidak mendapatkan peringkat pertama.
Suatu malam, seperti biasanya Dimas belajar ulang di kamarnya. Dimas menyetel suara aliran sungai melalui smartphone nya.
Dimas memiliki kebiasaan mendengarkan suara yang dapat membuatnya merasa nyaman dalam belajar.
-Brak
Dimas tersentak kaget karena dia mendengar suara sesuatu menabrak jendela kamarnya.
"Burung lagi ya?" Pikir Dimas sembari menghela napas. Memang, burung yang berada di sekitar rumah Dimas terkadang menabrak jendela mereka.
Dimas membuka jendela dan melihat ke bawah. Kamar Dimas berada di lantai 3 dan jika burung menabrak jendela, kemungkinan besar burung itu terjatuh dan membuatnya cidera.
Namun tidak ada burung apapun disana. Dimas pada mulanya tidak berpikir yang aneh-aneh. Dimas menduga kalau burung itu sempat terbang kembali sebelum terjatuh ke tanah.
"Baiklah. Saat nya bela-"
KUK KUK KUK KUK KUK
KUK KUK KUK KUK KUK
Sebelum dia menutup jendelanya, Dimas mendengar suara burung hantu. Dimas menyusuri sumber suara dan melihat ada bayangan hitam duduk di akar pohon besar yang hanya sejauh 5 meter dari kamarnya.
KUK KUK KUK KUK
KUK KUK KUK KUK
Dimas menutup kembali jendela kamarnya tanpa mengembalikan gorden ke semula. Dimas mematikan suara aliran sungai dan memutuskan untuk menjadikan suara burung hantu itu menemani belajarnya.
Dimas semakin fokus ketika ditemani suara burung hantu.
KUK KUK KUK KUK KUK
KUK KUK KUK KUK KUK
"Ya terus bersuara. Sebentar lagi belajarku akan siap..." Kata Dimas sembari terus menyelesaikan soal yang dia buat sendiri.
Namun pada pukul 2 pagi, suara burung hantu itu mulai terdengar aneh. Suaranya perlahan berubah seperti tertawa.
KIK KIK KIK KIK KIK
KIK KIK KIK KIK KIK
Dimas mengucek matanya dan melihat jam di dinding kamarnya.
"Sudah jam segini? Wajar kalau aku mendengar suara aneh-aneh. Lebih baik aku sudahi saja deh belajarnya" Pikir Dimas.
KIK KIK KIK KIK KIK
KIK KIK KIK KIK KIK
Suara burung hantu aneh itu masih terdengar jelas. Dimas tidak menyangka kalau burung hantu terus mengeluarkan suara sejak jam 12 malam hingga jam 2 pagi.
KIK KIK KIK KIK KIK
KIK KIK KIK KIK KIK
Dimas tidak bisa tidur kalau suara burung hantu itu tidak terhenti. Maka dari itu, Dimas merobek kertas dan menjadi bulatan.
Dimas membuka jendela dan langsung melempar ke arah bayangan yang dia duga burung hantu itu.
Suara burung hantu itu berhenti mengeluarkan suara aneh. Namun bayangan hitam yang berada di batang besar pohon tersebut tidak terbang.
KIK KIK KIK KIK KIK
KIK KIK KIK KIK KIK
"Sial, burung itu masih aja disana" kata Dimas dengan sangat kesal.
Dimas mengambil ketapel di laci meja belajarnya dan menggunakan biji-bijian sebagai amunisinya.
Satu persatu Dimas melontarkan biji tersebut tepat pada sasaran. Pada lontaran biji ke sepuluh, akhirnya bayangan itu melompat ke atas dan menghilang di kumpulan daun pohon besar tersebut.
"Rasakan lu. Suaramu memang enak di dengar kalau lagi belajar. Tapi saat aku tidur lain lagi ceritanya" kata Dimas sembari tersenyum bangga.
Setelah nutup kembali jendela, Dimas membaringkan badannya di atas ranjang empuknya.
Lima belas menit kemudian Dimas mendengar sesuatu menabrak jendelanya lagi.
Dimas sempat terbangun karena kaget, tapi karena matanya sudah lelah, dia kembali melanjutkan tidurnya.
KUK KUK KUK KUK
KUK KUK KUK KUK
KUK KIK KIK KIK KIK
KIK KIK KIK KIK KIK
KIK KIK KIK KIK KIK
Dimas kembali mendengar suara burung hantu aneh tersebut. Sama seperti sebelumnya, awalnya suara burung hantu normal namun secara perlahan-lahan suara tersebut seperti suara tertawa.
Dimas mulai kesal lalu dia terbangun sembari berteriak
"BISINg! AKU AKAN MEMBUATMU MENJADI BURUNG GOREN--"
Tapi ketika dia terbangun, Dimas hanya terdiam sembari memandang burung hantu di dekat tempat tidurnya.
Suara tersebut kali ini bukan dari luar melainkan berasal dari dalam kamarnya.
KIK KIK KIK KIK KIK
KIK KIK KIK KIK KIK
Dimas dibasahi oleh keringat dingin. Baju piyama yang dikenakan menjadi basah. Dimas tidak bisa mengeluarkan suara dan terus memandang sosok burung hantu di dekat tempat tidurnya.
Kau tahu? Suara yang dia dengar memang suara mirip burung hantu namun apa yang dia lihat saat ini adalah sesuatu berbeda.
Seorang wanita jongkok di samping tempat tidur sembari merapatkan pahanya ke dadanya sembari menatap dingin.
Wanita itu mengeluarkan suara tersebut yang kini semakin nyaring dan berubah menjadi suara tawa yang menyeramkan.
Kepala wanita itu membengkok ke kanan layaknya burung hantu pada umumnya.
Ternyata bayangan hitam yang di atas ranting besar itu adalah wanita menyeramkan ini.
Dimas pada akhirnya pingsan dan tidak sadarkan diri. Sejak saat itu, Dimas tidak mau belajar larut lagi.
by: Rico Amanda
.jpg)
Creepy and Weird Stuff