Jauhkan Matamu dari Putriku

 Jauhkan Matamu Dari Putriku

creepypasta indonesia


Ini adalah kisah seorang pelajar yang baru saja pulang dari sekolahnya. Nama pelajar itu adalah Denis.
Denis biasanya selalu pulang sendirian tanpa ada masalah sedikitpun. Namun suatu hari, Denis merasakan cemas yang luar biasa sehingga dia tidak mau pulang sendirian.
Itu semua berawal penemuan dia dengan seorang wanita yang selalu berdiri di pinggir jalan sembari menutupi matanya.
Ketika dia melewati wanita tersebut, Wanita itu mengatakan sesuatu yang sama berulang kali dengan nada lirih.
"Jauhkan..."
"Jauhkan..."
"Jauhkan..."
Tentunya Denis merasakan sangat takut dan memilih berjalan dengan cepat ketika berjalan di depan wanita aneh tersebut.
Namun sayangnya, Denis masih melihat wanita itu berdiri di posisi yang sama.
"Jauhkan..."
"Jauhkan..."
"Jauhkan..."
"Apaan sih bansat... Bisa lakukan itu di rumah sakit kenapa..." pikir Denis sembari berjalan dengan cepat.
Keesokan harinya, Denis tidak melihat wanita aneh tersebut. Namun dia malah melihat seorang anak kecil yang sepertinya sedang berdiri kebingungan.
"Ah. Dia mau menyebrang? Mana sih orang tuanya... Bahaya tahu..." kata Denis.
Denis mendekati anak tersebut sembari berkata dengan sedikit enggan.
"Oi bocah. Mau menyebrang?"
"Uwaah!!!" teriak anak kecil itu karena tiba-tiba dipegang bahunya dari samping.
"Ah! Maaf! Aku bukan mau menculik atau apa!" mata Denis dengan wajah sangat pucat.
Ketika Denis sudah merasa aman, Anak kecil tersebut mulai membiarkan dirinya didekati oleh Denis.
Sambil menunggu arus lalu lintas sedikit renggang. Denis mengetahui informasi tidak terduga.
Nama anak kecil itu adalah Riska. Riska tinggal bersama dengan ibunya. Ayah Riska tidak mau menanggung beban bertambah. Sehingga Ayahnya memutuskan untuk bercerai sebelum Riska cukup umur untuk mengenal ayahnya.
Karena itulah, Ibunya over protektif kepada siapapun yang mendekati Riska terutama seorang laki-laki.
"A..anu... Bukannya aku merasa terancam?"
"Ah benar juga. Kakak sebaiknya jangan pernah dekati Ibuku"
Denis mengangguk dengan cepat lalu Riska tersenyum.
"Kalau begitu. Boleh tahu siapa ibumu? Untuk mencegah berjumpa dengannya"
"Hmm. Ibuku tidak memiliki selera pakaian yang menarik sih. Ibuku selalu mengenakan jaket tebal berwarna abu-abu. Dan dia selalu menungguku di sebelah sana..."
Riska menunjukkan posisi dimana dia menunggu setiap harinya.
"Buset! Jadi dia itu ibunya? Seram amat bansat!" pikir Denis.
Ya, ibu Riska merupakan wanita menyeramkan yang selalu mengucapkan "jauhkan..." sembari menutup matanya dengan kedua tangan.
Tidak berapa lama kemudian arus lalu lintas mulai renggang. Denis tetap ingin membantu Riska menyebrang jalan.
Ketika Denis mengulurkan tangannya. Denis menyadari ada beberapa bulatan hitam memar pada lengan kecil Riska.
"Riska... Tanganmu..."
Riska dengan panik menutupi tangan kirinya. Namun pada tangan lainnya juga memiliki luka memar dan beberapa bekas irisan pisau.
"Po-pokoknya! Kakak harus menjauh dari ibuku! Dia wanita mengerikan!" teriak Riska sembari berlari menelusuri zebra cross.
"Sial. Aku mengetahui informasi cukup mengerikan dari anak itu. Kalau begini, aku tidak bisa tinggal diam. Masih ada orang tua yang menyiksa anaknya sendiri" kata Denis dengan kesal.
Keesokan harinya, Wanita itu masih berdiri di posisi yang sama. Sepertinya dia memang sedang menunggu Riska. Tapi entah kenapa dia harus menutupi matanya.
"Jauhkan..."
"Jauhkan..."
"Jauhkan..."
Denis berjalan dengan cepat seperti biasanya, namun tiba-tiba wanita itu berusaha memegang kepala Denis.
Denis terjatuh dan dia melihat wajah wanita itu untuk pertama kalinya.
"UWAAAAA!!!!"
Denis melihat wanita itu tidak memiliki mata. Dari rongga matanya keluar cairan hitam yang sangat berbau amis.
"JAUHKAN MATAMU DARI PUTRIKU!!!"
Denis berusaha untuk berlari namun ketika dia ingin melarikan diri. Kepalanya sudah digenggam oleh wanita tersebut dan mulai mencongkel kedua mata denis sembari berteriak dengan suara sangat kuat.
"JAUHKAN! JAUHKAN! JAUHKAN!!!"
Jeritan Denis tidak dapat didengar karena suara wanita menyeramkan tersebut.
Ketika Denis sudah tidak bergerak lagi, Wanita itu menghilang sembari mengucapkan
"Jauhkan..."
"Jauhkan..."
"Jauhkan..."
Seharusnya Denis pergi bersama dengan temannya. Namun Denis tidak mau melakukannya karena dia berpikir untuk mengatakan kepada wanita itu jangan menyiksa Riska lagi suatu hari nanti.
Keesokan harinya, para polisi sedang memasang baris batas polisi di dekat jasad seorang pelajar yang bernama Denis Pangeran Pangestu.
"Ada lagi korban dengan kondisi yang sama" kata seorang polisi yang menutupi jasad Denis dengan koran.
"Benar. Seminggu yang lalu, seorang mahasiswi juga ditemukan di tempat yang sama" kata seorang polisi lagi.
Petugas polisi yang selesai memberikan batasan garis polisi menghela napas.
"Apa kutukan atau takdir mereka? Sejak kejadian anak perempuan terlindas mobil karena di dorong oleh wanita yang diduga ibunya, kejadian mengerikan selalu terjadi di tempat ini" pikir polisi tersebut sembari menyesali apa yang terjadi kepada para korban.
Jika kau melihat seorang wanita dengan kondisi yang sama dan mengatakan
"jauhkan..."
"Jauhkan..."
"Jauhkan..."
Jangan pernah melewati lokasi tersebut dan ambil jalan pintas.
Berhati-hatilah.

by: Rico Amanda

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.