Pacar Idaman
Pacar idaman
Ini adalah kisah seorang pelajar yang ingin tampil cantik di dalam kondisi apapun. Bagi dirinya, penampilan adalah nomor satu.
"Wah lihat tuh, seperti biasa Mila bagaikan bunga yang tidak mungkin tergapai. Aku menjadi iri dengarnya" bisik siswi dari sekolah yang sama dengannya.
"Kira-kira rahasia apa yang bisa membuat dia memiliki tubuh ideal dan wajah indah seperti itu ya..." bisik siswi lainnya.
Seperti biasanya, Mila berjalan di tengah kerumunan dengan bangga. Sepanjang jalan menuju ke sekolah, Mila hanya menyengir karena tidak ada yang bisa menandingi kecantikannya.
Ketika Mila berada di depan kelas, Mila melihat tiga orang lelaki dari kelas senior mencegahnya untuk memasuki kelas.
"Haa~~ ada apa?" kata Mila dengan wajah jengkel.
Secara bersama-sama ketiga siswa senior itu mengajaknya berpacaran. Tentu saja terjadi konflik di antara mereka.
Mila tidak memperdulikan perdebatan yang terjadi karenanya. Mila mengambil catatan yang berisi daftar penolakan cinta.
Ketiga siswa tersebut langsung pucat pasih. Mila tersenyum lalu menunjukkan nama masing-masing dan berkata "Selamat kalian adalah orang yang masuk ke daftar penolakanku..."
Setelah memasang wajah ramah dan manis kemudian Mila menunjukkan sisi sinisnya.
"Kalian bertiga diluar jangkauan dari pacar idamanku. Menyerahlah oke? Aku tidak mau membuang suara, waktu dan tenaga hanya demi membalas penolakan ini. Repot tahu!"
Setelah mengatakan kalimat menyindir itu, Mila memasuki kelasnya. Di dalam kelas, semua siswa yang berada disana mulai berbisik membahas sikap Mila.
Mila memang idola bagi pada lelaki dan perempuan namun sikap yang terkadang kasar itu membuat imej dirinya kian menurun.
Tapi bagi Mila, tidak mempermasalahkan dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Mila sudah menetapkan hatinya untuk menemukan kekasih yang setara dengannya.
"Dasar. Setiap hari selalu ada seperti ini. Muak aku..." gumam kesal Mila.
Suatu hari, Mila berkunjung ke sebuah mall untuk membeli pakaian barunya dari hasil modelnya bulan ini.
Secara tidak sengaja, Mila melihat sebuah toko kecil di dekat lift. Toko tersebut tidak ada pengunjung sedikitpun.
Mila menyadari penyebab kalau toko itu sepi pengunjung.
"Toko sihir? Apaan tuh. Mencurigakan" pikir Mila sembari berjalan mendekati toko tersebut.
Penjaga toko tersebut adalah seorang wanita muda dengan pakaian serba hitam. Benar-benar tipe maniak dalam dunia sihir.
Mata Mila tertuju pada kotak yang berisi kapas dan kain berbagai macam warna.
"Eh? Pacar idaman: buat pacarmu sendiri..? Apa ini?" kata Mila.
Suara Mila membuat wanita penjaga toko itu menyadari kedatangan Mila.
"Ah~~ selamat datang di toko sihir angela. Apa ada barang yang membuatmu tertarik?"
"Anu... Apa benar aku bisa membuat pacar idaman? Dengan ... Barang ini?"
Mila menunjuk ke barang yang menarik perhatiannya. Wanita itu tersenyum lalu dia berkata "Tentu saja. Semua barang ku ini asli dan dijamin keberhasilannya! Bahkan kamu bisa refund apabila barang cacat atau gagal!"
Mila terlihat sangat tertarik lalu dia berkata "berapa harganya? Harga apapun aku sanggupi!!"
Wanita itu tersenyum lalu berkata "khusus untuk hari ini. Tidak usah bayar penuh sebelum di tes keberhasilan. Cukup setengah nya saja..."
"Aku beli barang ini!!' teriak Mila dengan semangat.
Sesampai di kamar, Mila mulai membongkar barang dengan label pacar idaman tersebut. Pacar idaman merupakan peralatan jimat keberuntungan untuk menarik perhatian orang yang dia inginkan.
Tentu saja ini adalah kesempatan emas bagi Mila. Mila mulai mengeluarkan perlengkapan jahit dan mulai membuat boneka sederhana.
25 menit kemudian dengan berbagai macam pertimbangan dalam proses pembuatan, akhirnya boneka pacar idaman selesai.
Boneka itu memiliki badan gemuk karena kapas yang dimasukan oleh Mila cukup banyak. Pada kepalanya, terdapat manik-manik yang menjadi hiasan mata, hidung dan alis dan beberapa helai rambut Mila sebagai rambut boneka tersebut.
Mila memandang boneka itu sembari tersenyum bangga.
"Baiklah. Tinggal menunggu hari esok" pikir Mila sembari mendekap boneka buatannua tersebut.
Keesokan paginya, Mila duduk di dalam kelas dengan wajah kesal.
"Wanita kampret! Tidak ada seorangpun yang menghampiriku! Aku bahkan kepedean ketika ada cowo orang bule menanyakan alamat kepadaku di simpang tadi! Aku mau protes! " gumam kesal Mila.
Pada jam istirahat, semua orang saling berbisik. Mereka sibuk membahas seorang lelaki yang mengenalkan dirinya sebagai pacar Mila.
Mila sendiri terkejut karena lelaki yang mengaku pacarnya cukup jelek, pendek dan gemuk.
"Hai Mila. Aku mau mengajakmu makan siang bersama" kata lelaki itu sembari memegang tangan Mila.
Mila tersentak kaget lalu mendorong lelaki itu sembari berteriak " Tidak! Menjauh dariku!"
Mila menyadari semua teman di kelasnya mulai membicarakan tentang dia dan 'pacar' nya tersebut.
-uwah... Sifatnya memang sudah menyatu ke tulangnya ya?
-pacar sendiri saja dibuat seperti itu.
-cantik sih tapi sifatnya buruk rupa
Mila membanting tangannya ke atas meja lalu berlari menerobos kerumunan.
Mila berdiam diri di dalam bilik toilet perempuan sembari menganalisa apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa ini cuma kebetulan? Dia sangat mirip dengan boneka yang ku buat. Bentar, berarti aku tidak ada bakat dalam menjahit??"
"Tidak-tidak. Aku memang tidak sepandai mama atau kak Dian. Kemampuan jahitku termasuk standard. Benar!"
Mila mengela napas panjang kemudian berpikir kembali.
"Kalau aku perhatikan dengan teliti. Aku melihat ada jahitan pada tubuh lelaki itu. Aku tidak mendengar namanya sih. Jika aku membuat sedikit renovasi dan memberikan nama, apakah dia akan berubah? Um. Yang lain tidak bisa melihat jahitan itu. Berarti aki yakin ini bakalan sukses"
Begitulah, sepulang sekolah. Mila mengambil boneka dari dalam lemari dan mulai membentuk ulang badan, kepala dan beberapa bagian lainnya.
Mila dengan percaya diri , dia memberikan nama setelah selesai memberikan rombakan besar-besaran.
"Baiklah. Namamu adalah Duta. Aku berharap hasilnya sempurna" gumam Mila sembari mendekap boneka barunya tersebut.
Keesokan paginya, pacar Mila, Duta berubah drastis. Tubuhnya tidak gemuk lagi, badannya lebih tinggi dari kebanyakan lelaki di sekolah ini. Dan yang paling penting, wajahnya terlihat lebih bersih.
Mila masih belum puas dengan hasilnya. Ketika Duta menghampiri Mila, Mila mengabaikan dirinya dan berlalu pergi.
Mila terus melakukan perobakan pada boneka Duta. Mila menggunakan kain perca terbaik demi menghasilkan hasil maksimal.
Tiga minggu kemudian, sosok Duta kini menjadi lelaki idola terkenal di seluruh kota Pekanbaru.
Seharusnya, Mila merasa sangat bangga namun dia tidak merasa puas dengan hasilnya.
Suatu malam, Mila baru saja pulang dari sesi foto dan berada di dalam mobil menejernya.
"Haa~~"
"Ada apa Mila? Kenapa menghela napas seperti itu?"
"Menurut pak Boby. Pacar ideal itu seperti apa sih?"
"... Pacar ideal? Bagiku pacar ideal adalah seperti diri- Maksudku baik hati dan penyayang. Hahaha"
"Hahaha. Jadi itu alasan pak boby menikahi istri bapak?"
Tiba-tiba mobil sedikit oleng dan hampir menabrak pembatas jalan. Keduanya saling memandang kemudian bernapas dengan lega.
"Menikah? Aku saja masih lajang. Canda Mila tidak lucu. Mentang-mentang punya pacar setampan Duta"
Mila menyandarkan tubuhnya sembari menutup matanya.
"Iya sih. Duta adalah produk terbaikku soalnya dia berasal dari bahan berkualitas terbaik. Tapi... Entah kenapa aku merasa ada yang kurang..."
Boby mendengar keluhan Mila meskipun dia tidak memahami apa maksudnya produk terbaiknya.
Beberapa menit perjalanan, Mila tertidur. Rumah Mila masih cukup jauh. Mila sudah cukup lelah pikiran dan tubuhnya.
Boby melirik sedikit beberapa bagian tubuh Mila sembari menelan ludahnya sendiri. Sembari terus melajukan mobil, sesekali tangan kiri Boby mengelus paha Mila dengan hati-hati.
"Buset dah. Mulus amat. Merasakan yang asli memang terbaik. Aku sudah sering merekam Mila sedang ganti pakaian dan mandi. Ah, aku sudah tidak tahan lagi" pikir Boby.
Boby membawa Mila ke sebuah hotel. Boby mengaku kalau dia dan Mila adalah ayah dan anak kepada resepsionis.
Sesampainya di kamar, Mila dibaringkan ke kasur. Boby duduk di samping Mila. Sembari mengelus dada, perut dan paha Mila, Boby tersenyum dipenuhi nafsu buas.
Tanpa pikir panjang, Mila dibuka semua pakaiannya dan mulai menjelajah tubuh muda Mila.
Setiap elusan, Mila terlihat merasakan sensasi geli tersebut. Hal itu dapat dilihat dengan wajah Mila memerah, nafasnya terlihat berat dan keringat membasahi tubuh.
Boby memasukan jarinya ke kemaluan Mila. Dengan perlahan, dia memasukkan jarinya dan mengeluarkan dengan tempo lambat dan perlahan semakin kencang.
Beberapa saat kemudian tubuh Mila mengejang karena orgasme pertamanya.
"Eh... Kenapa aku..." pikir Mila. Mila tersentak kaget karena Boby sudah telanjang bulat.
Mila dalam kondisi belakangan terbuka lebar. Mila mau menjerit namun dengan cepat Boby menutup mulut Mila dengan celana dalam.
Mila terlihat pasrah, air matanya mengalir dengan deras. Boby mengelus kemaluan Mila yang sudah basah dengan kasar.
"Ya tuhan... Kenapa ini bisa terjadi. Siapa saja tolong! Duta!!!" pikir Mila dengan penuh ketakutan.
-brak.
Duta mendobrak pintu lalu menarik Boby dengan kuat hingga dia terjatuh.
"Bocah sialan! Aku akan memu-"
Duta dengan wajah penuh amarah menghantam boby tepat pada mukanya berulang kali hingga Boby terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Para satpam datang ke kamar Boby bersama dengan polisi. Ternyata Duta sudah memanggil bantuan sebelumnya.
Tanpa mengenakan pakaian, Mila memeluk Duta sembari menangis dan meminta maaf karena selalu mengabaikan dirinya.
Setelah memberikan informasi kasus, Duta mengantar Mila ke rumahnya.
"Kamu pasti tahu kamarku bukan? Soalnya disinilah kamu lahir" Kata Mila sembari tersenyum ramah.
Duta melihat ada beberapa sisah kapas dan kain perca.
Ketika Mila kembali dengan makanan cemilan. Mila melihat Duta memegang sebuah gunting.
"Ah. Maaf karena berantakan. Sebentar. Biar aku-"
Duta memegang tangan Mila lalu berkata "Mila kamu menyukaiku kan?"
Wajah Mila langsung memerah kemudian dia mengangguk dengan cepat. Duta mengelus wajah Mila yang memerah dan mata berkaca-kaca.
"Tapi ada satu sarat karena selama ini kamu sudah membuatku repot"
"Eh?"
"Sifatmu perlu di rombak. Wajah, kepala dan badanmu. Setelah mengalami banyak perubahan fisik, aku semakin memahami apa yang ku inginkan..."
"Tunggu... Jangan bilang..."
Duta tersenyum lalu mendorong Mila ke ranjang dan mengoyak semua pakaiannya.
Duta mengambil peralatan jahit dan berkata
"Saatnya kamu menjadi Wanita idamanku"
Pacar idaman itu sebenarnya apa? Apakah salah menyukai orang apa adanya?
Manusia memang tidak pernah puas dengan apapun. Duta yang awal mula adalah boneka mulai menjiwai perannya sebagai manusia.
Saat ini, Duta merombak habis tubuh 'ibu' nya demi menjadi wanita idaman bagi Duta.
Bagaimana denganmu? Sudahkah puas dengan pasanganmu saat ini?
Jika tertarik, silahkan kunjungi toko sihir angela...
by: Rico Amanda

Creepy and Weird Stuff