30 Wuku Jawa/Bali dan Artinya Lengkap

30 Wuku Jawa/Bali dan Artinya



30 Wuku Jawa dan Artinya

Perhitungan kelahiran dari pulau Jawa dan bali dengan artinya (sifat dasar manusia *rinci)

Artikel ini mengenai watak atau kelakuan seseorang dan cukup detail, wuku berasal dari Jawa tengah dan kisahnya sangat mirip dengan kisah Sangkuriang, tetapi disini hanya membahas arti dari ke-30 wuku yang ada dan berubah setiap 1 Minggu (7 hari sekali). Berikut ditulis arti Wuku lengkap: 

Kategori:Watak/Sifat Manusia

Artikel ini untuk menambah ilmu dan wawasan semata mohon untuk tidak disalahgunakan. Ada 30 jumlah wuku yang berubah setiap beberapa waktu, Pada Setiap wuku mempunyai watak manusianya masing-masing. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak kelahiran bayi hingga usia dewasa:


1. Wuku Sinta
dewanya sanghyang Batara Yamadipati 

 wataknya seperti raja dan ustad atau pendeta, banyak kemauan, keras, cepat bahagia, berbakat kaya harta benda. Kurang bisa mengendalikan diri, penyayang. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang (mudah dilakukan). Pohonnya : Kendayakan = jadi Pelindung orang susah, orang minggat, dan orang pelarian.

Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya, pradah/ikhlas hanya lahir tidak di batin. 

Bahayanya : Berada di pertengahan usia (umur), dan jika jarang bersedekah ia jatuh kedudukannya. 

Orang wuku sinta ini baik untuk menjaga pertemuan, berdoa meminta hujan.

Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang, membelinya tidak menawar. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Tolak bilahi. 

Candranya : Endra = gemar bertapa brata, angkuh, suka kepada kepandetaan jika tidak ia suka ilmu agama.

Ketika kala wuku berada ditimu laut, selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: semua wuku, terutama wuku watugunung

Tidak cocok: tidak ada


2. Wuku Landep 
dewanya Sanghyang Batara Mahadewa

 Fisiknya bagus rupanya, berpenampilan menarik lawan jenis, terang hatinya, dicintai oleh kawan-kawannya dan Sering ditunggu-tunggu orang, gemar bersemedi. Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang, kasih sayang. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para pembesar dan orang berpangkat, jika menghambakan diri dan atau mengabdi akan jadi kesayangan. Selalu mengalah dan pura-pura bodoh (jarang marah). Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah/ikhlas hanya di lahir.

Bahayannya : korobohan pohon, tertimpa ranting dan jatuh reputasinya. 

Orang wuku Landep baik untuk Mengasah Pedang, mewarangi senjata.

Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Kabul. 

Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya, dapat mengerjakan segala pekerjaan, dapat menggrirangkan hati orang lain.

Cocok: semua wuku, namun wuku landep ini agak sombong meskipun tidak angkuh

Tidak cocok: tidak ada


3. Wuku Wukir 
dewanya sanghyang Batara Mahayekti 

besar hatinya, Tidak bisa dilampaui tindakanya dan jika wanita penampilannya yang menarik. menghendaki lebih dari sesama. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya, sopan-santun, jika bekerja dicintai oleh majikannya. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama, dapat mengerjakan segala pekerjaan. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah/ikhlas hanya dilahir, banyak kawan di masa jaya.

Bahayanya : dianiaya, dikeroyok.

Orang wuku Wukir baik untuk Memperbaiki apapun

Penangkalnya : selamatan nasi uli, beras sepritah dikukus, daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. Selawatnya 4 keteng. Doanya rajukna. 

Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh membuat enak penglihatan dan pemandangan.

 Ketika kolo wuku berada ditenggara, dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo.

Cocok: wuku watugunung

Tidak cocok: tidak ada


4. Wuku Kurantil. 
dewanya sanghyang Batara Langsur

Sifatnya pemarah namun suka membuat hal lucu. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya, suka berfikir untuk selingkuh, pandai menyenangkan hati orang. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung, karena panas. Burungnya : Salinditan = tangkas, cepat tindakannya dan disiplin dalam waktu. Gedungnya terbalik didepan = murah hati.

 Bahayanya : jatuh memanjat, difitnah karena keras kepala atau berbuat buruk karena terbawa emosi hingga kena depresi.

Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam lereng dipecal. Selawatnya 7 keteng. Doanya : rajukna dan pina. 

Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya.

Orang wuku kurantil baik untuk pergi mencari teman

Ketika kolo wuku berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah.

Cocok: wuku kuruwelut (mungkin keajaiban terjadi setelah bicara berwaktu-waktu)

Tidak cocok: wuku kulawu 


5. Wuku Tolu.
dewanya Sanghyang Batara Bayu

Ia dapat menyenangkan hati orang lain, kalau marah berbahaya karena tak dapat dicegah, Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari tidak kelihatan di temannya. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya, tajam roman mukanya, tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya. Burungnya : Branjangan = riang tangan, cepat bekerjanya, suka berharap miliknya yang hilang digantirugi oleh orang, hatinya tidak bisa dibujuk

Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. 

Bahayanya = dicelakai karena tindakan buruk, ditanduk atau disiung, dan ditundukkan.

Orang wuku ini baik untuk menemani orang

Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dimasak dengan santan. Selawatnya 3 keteng. Doanya : Kabul. 

Candranya : Wangkawa = angkuh, tidak tetap, suka berbohong. Didatangi oleh semua wuku setiap tahun

Ketika kolo wuku berada dibarat-laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku galungan

 Kurang cocok: wuku kuruwelut (saling curiga dan mudah diam)


6. Wuku Gumbreng 

dewanya sanghyang batara cakra

 Sifatnya terus terang dalam banyak hal selain rahasia, tidak suka pada orang yang berpura-pura, keras budinya, segala yang dikehendakinya segera tercapai, tak mau dicegah, pengasih, penyayang namun bila sedang jengkel tidak, penampilannya trendy jika wanita berani berpenampilan agak terbuka, namun begitu orang-orang senang bergaul dengannya, punya insting melindungi. Kaki sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan, panas dibelakang (sulit saat dilaksanakan). Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi dan liar. Burungnya : ayam hutan = liar, dicintai oleh para pembesar dan orang berpangkat. Kasar bicaranya namun disukai atasan karena loyal, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya dikirikan = jika marah takan sayang kepada harta bendanya. 

Bahayanya : ketakutan dan tunduk, tenggelam atau kejatuhan dalam, kehilangan sampai merasa kesusahan.

Orang wuku Gumbreng baik untuk membantu membereskan masalah, tidak baik untuk bertindak liar

 Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Rajukna. 

Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya, perkataannya nyata redhoan.

Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara, dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala.

Cocok dengan: wuku landep

Kurang cocok dengan: wuku bala (orang wuku bala disangka orang wuku Gumbreng yaitu ahli berpura-pura namun sebenarnya sedang menjaga rahasia)


7. Warigalit, 
dewanya sanghyang Batara asmara 

Kelihatan bagus rupanya, senang asmara, cemburuan, hatinya mudah tersentuh, sering ditipu. Pohonnya : sulastri = bagus rupanya, banyak yang cinta, sering berganti pasangan bila pendidikannya buruk. Namun begitu ia menjadi tempat berkumpul orang-orang. Burungnya : kepodong = cemburuan, tak suka berkumpul dengan orang banyak. 

Bahayanya : tersangkut suatu perkara, dibawa-bawa orang lain kedalam suatu hal buruk.

Orang wuku ini baik untuk berteman, berbesanan.

Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama), dimasak getjok. Selawatnya 8 keteng. Doanya : tolak bilahi. 

Candranya : kayu kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat berkembang tapi tidak jangka panjang (hubungan). 

Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala.

Cocok dengan: wuku watugunung (asik)

Kurang cocok dengan: wuku wukir (kemungkinan menjadi gelap pikiran)


8. Wuku Warigadean (Warigagung) 

dewanya sanghyang batara mahayekti 

 berat tanggungannya sejak kecil, namun begitu ia  berkeinginan. Tunggulnya : dibelakang – rejekinya dibelakang hari. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati,  sebenarnya ia bodoh jauh, banyak bohong. Burungnya : betet = keras kemauannya, pandai mencari harta benda kehidupan. Gedungnya dua buah dibelakang dan didepan = ikhlasnya hanya setengah.

 Bahayanya : dimarahi temannya karena kelakuanya

Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus, lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. Selawatnya 5 keteng. Doanya : rasul. 

Wuku warigadean baik untuk mencari rekanan

Candranya : Ketug lindu = menepati segala perkataannya, jika marah menakutkan, tidak mau menerima takdir. 

Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan, dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala.

Cocok dengan: wuku bala

Kurang cocok: wuku landep


9. Wuku Julungwangi
dewanya sanghyang Batara  sambu 

Wataknya tinggi perasaannya, sangat peka namun tidak terasa, mudah terkenal, tidak boleh disamai. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan, akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak, kurang ingin bertingkah memalukan. Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang, dicintai para pembesar dan orang berpangkat.

Bahayanya : diterkam harimau, dimangsa singa. 

Orang wuku julungwangi baik untuk bersahabat tulus

Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/- 81 ½ sen). Selawatnya : kucing. Doanya Tolak bilahi. 

Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar, banyak yang cinta.

Cocok dengan: wuku sungsang

kurang cocok dengan: wuku landep (melegakan hati namun suasana panas dengan mudah)


10 Sungsang 
dewanya sanghyang batara ghana Ganesha 

Sifatnya agak sering curang, pemarah, gelap hati. Air dijebung didepannya = kurang lebih pradah/ikhlasan tanpa perhitungan namun harus diperlihatkan pemberiannya, banyak rejekinya, gelap hati, sulit membedakan yang baik dan yang buruk. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur, jahat hatinya, serakah, suka kepada kepunyaan orang lain, bukan tempat perlindungan, gerah berada didekatnyaBurungnya : nori = pemboros, jauh kebahagiaannya karena kelakuanya dimasa pendewasaan, murka, kadang kadang nempel melekat pada sahabatnya. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai hitung-hitungan.

Bahayanya : tertusuk, kena besi, jatuh reputasinya, atau karena bertingkah jahat sehingga dijauhi

Orang wuku sungsang baik untuk menolong orang, tidak baik untuk mengharapkan imbalan

Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah, daun-daunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. Selawatnya 10 keteng. Doanya : Kabul. 

Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya, tetapi mudah dicegah. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala.

Cocok dengan: Wuku Julungwangi

Kurang cocok dengan: Wuku Wugu


11. Wuku Galungan
dewanya sanghyang Kamajaya 

teguh hatinya, dapat melegakan hati orang susah, cinta pada perbuatan baik, jauh kepada perbuatan jahat. Namun bila pendidikannya buruk ia bisa bertindak sangat jahat kepada seseorang. Memangku air dalam bokor = suka bersedekah, pengasih, namun sedikit rejekinya, Mudah membuat hati orang lega. Pohonnya : Tanganan = ringan tangan, keras budinya, gampang suka pada kepunyaan orang lain. Burungnya : Bido = besar nafsunya, bicaranya kadang memanaskan suasana dan banyak murka. Bisa Menjadi tempat pengungsian namun ia akan sering kesusahan.

Bahayanya : berselisih karena suka bertengkar

. Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus, lauknya daging kambing. Doanya : Selamat pina.
 
Wuku galungan baik untuk menjaga anak-anak

Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala, sebab goda-goda. Ketika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku: tolu (akur)

Tidak cocok: wuku manahil (saling mengerti atau saling sulit mengerti)


12. Wuku Kuningan
dewanya sanghyang Batara  Indra 

Dirinya melebihi sesama, tinggi derajatnya. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah, sangat puaka, tinggi budinya dan teliti, menghindari keramaian, selamat hatinya, biasanya bicara jujur namun jika ngobrol kebablasan ia ngelantur dan bohong. Bisa menjadi perlindungan namun tak suka orang berlindung padanya. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya, lekas marah, pemalu.

Gedungnya dibelakang, jendelanya tertutup = hemat. Bahayanya = diamuk karena skandal, dikeroyok karena menganggu.

Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai, digoreng. Selawatnya 11 keteng. Doanya : Kabul.

 Candranya : Garojogan = rame bicaranya, banyak bohong. Ketika kolo wuku berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala

Wuku kuningan Baik untuk menghadiri acara

Cocok: wuku landep

Kurang cocok: wuku langkir (akan banyak obrolan  saat dekat)


13. Wuku Langkir
 dewanya sanghyang Batara Kala yang menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya, tidak sayang kepada badannya sendiri

Sifatnya kaku hati, kelihatan lain, yang melihat takut, buruk adat-istiadatnya, tidak mau menurut, murka, banyak larangan. Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati, sejak kecil tak sudi didekati orang, siapa yang mendekatinya akan tertular kelakuanya, panas didekatnya, bukan tempat perlindungan. Namun bila terdidik baik ia suka ilmu agama dan agak berpenampilan suci & lurus

Celakanya: Kehilangan hal berharga atau keehilangan pasangan, bicaranya kadang menghasut sehingga  membuat panas telinga yang mendengarnya dan seketika itu pula terjadi keributan. 

Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknya daging kambing dan ikan dimasak pakai santan, sayuran secukupnya. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Slametpina.

 Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan, tetapi tidak mengapa (hanya berbicara)

Orang ini baik untuk melakukan ritual keagamaan atau perbuatan baik

Ketika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku sesamanya, dan wuku mandasiya

kurang cocok: wuku gumbreng


14. Wuku Mandasiya
dewanya sangyang batara Brama

Berwatak kuat budi dan bicaranya, pemarah, tak mau memberi ampun, jika marah tak dapat dicegah, tega. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak, menjadi pelindung orang banyak namun sengsara. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya, cepat pekerjaannya, tidak sabaran. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya walau dimasa sulit. 

Bahayanya : Kena api, hangus dan dijahili orang

Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus, sayur bayam merah, daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. Selawatnya uang baru 40 keteng. Doanya : Slamat. 

Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar, tetapi jika marah kejam.

Orang wuku mandasiya cocok untuk mencari rejeki sambil menjadi Perbaungan

Ketika kolo wuku berada diatas, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku Gumbreng, wuku bala, wuku langkir

Kurang cocok: wuku sinta


15. Wuku Julungpujut
 dewanya sangyang Batara guritna

Sifatnya suka kepada keramaian, awalnya tersiar baik, mempunyai kedudukan yang lumayan. Menghendaki bukit = besar kemaunnya, tak suka diatasi, menghendaki memerintah. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya, tidak berbau, dimana-mana jadi kunjungan orang, perbuatan amalnya untuk reputasi semata.

Burung : Prijohan = besar kemauannya, halus budinya, bukan tempat perlindungan karena bicaranya di publik untuk reputasi.

Bahayanya : diteluh, jatuh reputasinya karena menjadi sebutan buruk, dikeroyok.

 Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, daging ayam merah dipanggang, daun- daunan 9 macam. Selawatnya 30 keteng. Doanya : Balasrewu dan Kunut. 

Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah, rejekinya tidak kurang.

Orang wuku julungpujud baik untuk berteman tulus

Ketika kolo wuku, berada di utara dan selatan, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku mandasiya

Kurang cocok: wuku tambir


16. Wuku Pahang
dewanya sanghyang Batara tantra 

Bersifat banyak bicara juga perkataannya melebihi sesama, tidak sabaran menepati janji. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong/ salah jalan. Memanggul senjata tajam = waspada, kasar perkataannya, panas hati, suka bertikai, curiga, reputasinya sering rusak, sedikit pendendam, tidak suka bermusuhan. Pohonya : Kendayakan = menjadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burung : Cocak = gelatak bicaranya. Gedung telentang = boros, sering kesusahan.

Bahayanya : dianiaya, dikeroyok, kesusahan karena reputasi memburuk.

Orang wuku ini baik untuk membantu orang kesusahan

Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah, lauknya daging ayam dimasak sansan, daun-daunan 11 macem. Selawatnya 9 keteng. Doanya : Rasul.

Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya, lahirnya suci, batinnya kotor, angkuh, selalu susah.

Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala.

Cocok: wuku landep

Kurang cocok: wuku tolu


17. Wuku Kuruwelut
dewanya sanghyang Batara wisnu 

Wataknya tajam ciptanya, tinggi dan selamat budinya, melebihi sesama dewa. Memanggul : cakra = tajam hatinya, berhati-hati. Pohonnya : parijata = jadi pelindung yang disegani dan besar kebahagiaannya. Suka pamer, Sombong dan jarang merasa bersalah, jahil, suka mempermainkan orang. Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah, akhirnya menang, tidak senang bohong, tidak suka terhadap perkataan yang remeh. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, ucapannya tertekan, bila ketus tak dapat dipermudah. 

Bahayanya : kena racun daun, dimanfaatkan sanak kerabat, disusahkan teman, tertekan, stress karena kesusahan.

Orang ini baik untuk mengadakan perjamuan, membuat pengungsian.

 Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran, jajan pasar, sekar boreh, tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. 

Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya, suci hatinya, diturut perintahnya, dalam budinya, jadi tempat pengungsian. 

Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala.

Cocok: wuku wukir

Kurang cocok: wuku landep (apa yang terjadi pada kelakuan yang kebalikan kecuali pikiran?)


18. Wuku Merakih
dewanya sanghyang Batara surenggana

Bersifat tawakal hatinya, agak ingatan, berkesanggupan, berani untuk menghadapi kesulitan. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. Bukan tempat perlindungan, namun ia tulus, dan Pusat perhatian dalam pergaulan namun sering kena ledekan. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh, tentu mendapat bahaya. Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. 

Bahayanya : tenggelam, diejek teman, kecelakaan, diganggu akibat menghasut

Orang wuku merakih baik untuk berteman, tidak baik untuk bepergian jauh terlalu sering (orang ini tidak enak saat disuruh ke arah jauh)

Tangkalnya : selamatan nasi uduk, daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. Selawatnya 100 keteng.Doanya : tolak bilahi. 

Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal, mempunyai hati kasihan kepada orang miskin.

Ketika “kala wuku” berada di utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku dukut

Tidak cocok: wuku manahil (mudah menjadi orang menantang)


19. Wuku Tambir
dewanya sanghyang Batara siwa 

Sifat di lahir dan batinnya terkadang berlainan. Munafik, Pribadinya sangat rahasia, suka mengorek urusan orang dan tahu rahasia. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan, tajam perkataannya (menusuk hati). Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib, suka membuat perkabaran yang mengherankan, dan membicarakan hal hal gaib . Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya. 

Bahayanya : terkena jebakan, terkena pasangan, terperangkap karena suatu niat buruk yang baru saja dilakukan, kena karma.

Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet, lauknya daging bebek dan ayam dipindang, kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah.

Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. Doanya : slamet dina. 

Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya, Sangat berwibawa.

Orang kelahiran tambir Baik untuk Pergi ke Medan Perang.

Ketika “kala wuku” berada di barat daya, dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala.

Cocok: wuku madangkungan

Kurang cocok: wuku warigadean (menjadi berpikiran dalam namun menyusahkan)


20. Wuku Madangkungan, dewanya sanghyan Batara  basuki 

Bersifat jujur dan ahli bicara, tawakal, tetap hatinya. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan (terkenal di daerahnya sendiri), tidak ada gunanya (namun ditempat lain hanya orang biasa. Burungnya : pelug = suka tinggal di air, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya, tawakal, hemat.

 Bahayanya : dibunuh pada waktu malam, celaka karena bicaranya sembrono.Tangkalnya

Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun, digoreng, jenang merah pada waktu hari kelahirannya. Selawatnya : 5 keteng. Doanya : ngumur. 

Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataanya, dan dapat menyenangkan hati orang lain. 

Orang ini baik untuk mencari sahabat

Ketika “kaa wuku” berada di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala

Cocok: wuku prangbakakurang cocok: tidak ada


21. Wuku Maktal, dewanya sanghyang batara sakri = lurus hatinya, baik pekerjaannya. Pohonnya : nagasari = bagus rupanya, lemah lembut tutur katanya, dicintai oleh pembesar. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya, banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat sunyi. Banyak kawan (teman-teman) Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati.

 Bahayanya = bertikai, dipermainkan sampai liar sekali budinya.

Tangkalnya : selamatan nasi uduk, daging ayam dan bebek dimasak 2 macam, dipindang dan dimasak dengan santan, niatnya : ngrasul. Selawatnya 4 keteng. Doanya : rasul. 

Candranya : lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya, dalam pikirannya

Orang ini baik untuk berdoa dengan membawa kawan, dan memperbaiki sesuatu.

 Ketika “kala wuku” berada di timur laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala

Cocok : wuku Wugu (terasa "safe" ketika berdua)

Kurang cocok: wuku Julungwangi (acap salah sendiri)


22. Wuku Wuye, dewanya sanghyang batara kuwera 

menggirangkan hati orang lain, perkataannya lurus dan mengherankan, singkat hati, tetapi sebentar baik. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar tanda kebahagiannya, kuat dan tetap hatinya. Burungnya : gogik = cemburuan, tak suka kepada keramaian. Gedungnya terlentang didepan = pengasih, pandai membuat humor, suka menyindir diam-diam, jika pergaulannya buruk suka membuat onar, gelap hatinya (sulit berfikir untuk membedakan yang hak dan yang batil), lebih senang memperhatikan hal yang baik,

Bahayanya : diteluh, dicelakai saat berkunjung ke kerabat, dibully karena kelakuanya, didakwa dan dituduh.

Wuku wuye Baik untuk mengajari, tidak baik untuk mengunjungi kerabat akan dicelakai.

 Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/- 10 sen). Yang dibeli dahulu madu untuk

Candranya: selanunggal rum arum = peteng hati, sukar dijalani, suka kepada bau harum, besar kehendaknya untuk menjalani apapun. 

Ketika “kala wuku “ berada di barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku warigalit 

Kurang cocok: wuku wukir (mudah menjadi keributan)


23. Wuku Manahil, dewanya sanghyang Batara Citragatra = menjunjung diri sendiri, dapat berkumpul ditempat ramai, bakat angkuh, selalu bersedia-sedia untuk membela diri. Air dijembung dibelakangnya = Harum perintahnya, akan tetapi tak mempunyai pangkat dan tidak menghargai jika punya bawahan. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya (tajam perasaan/perasa) namun liat hatinya (jika dekat "nempel")

Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya, liat hatinya. Burungnya : Sepahan = liar budinya, tajam pikirannya.

 Bahayannya : terkena senjata tajam, tertusuk, marabahaya mengintainya.

Orang kelahiran manahil baik untuk bekerja ringan namun dengan frekuensi sering.
Tidak baik jika salah tafsir namun mengulanginya lagi.

Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah, lauknya daging ayam dan ikan, sayuran secukupnya, sambal gepeng. Selawatnya 8 keteng. Doanya : Selamat tolak bilahi. 

Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya, tak suka menganggur, banyak kemauannya, suka bekerja mengerjakan hal hal kecil.

Ketika kala wuku berapa di Tenggara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku bala (bisa membantu/dibantu, namun sering salah tafsir terhadap wuku bala)

Tidak cocok: wuku sungsang (kurang tindakan berbarengan)


24. Prangbakat, dewanya sanghyang Batara Bisma 

Ia pemarah, tangkas, namun pemalu, memperlihatkan watak prajurit, menghendaki jadi pemimpin orang, lurus pembicaraannya, segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang (sulit dilaksanakan). Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya, cukup rejekinya, tetap pikiranya namun pendirinya mudah berubah, suka memberi namun lebih suka menerima pemberian, prianya bicaranya plintat-plintut (kurang jelas&gugup), dapat diandalkan.

Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya. Bahayanya : memanjat lalu terjatuh dari tempat yang tinggi, atau salah karena tingkah ulah kelakuan nya sendiri.

 Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah, lauknya daging sapi, dimasak bumbu manis, sayuran secukupnya. Selawatnya : pacul. Doanya : selamat pina. 

Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya, cepat kerjanya, pemberi, jujur, belas kasihan. 

Wuku ini Baik untuk menolong orang, membantu menyelesaikan sesuatu yang dianggap sulit.

Ketika “kala wuku” berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah.

Cocok: sesuai kehendaknya (bisa akur dengan mudah dan mengabaikan kesalahan kecil masing masing jika dengan sahabat)

Tidak cocok: wuku wuye (ramah diluar namun bisa saling diam dan curiga).


25. Wuku Bala, dewinya sanghyang batari Durga 

Sifatnya suka berbuat huru-hara, membuat berita, membuat keributan, suka bercampur dengan kejahatan,  amat buruk tingkah lakunya, pandai sekali bertindak jahat, diam diam membuat musuhnya kesusahan. namun bila orang bala yang lahirnya baik sifatnya jahil dan tak ada yang ditakuti, ia kerap melindungi namun kesusahan sendiri. Dalam banyak hal banyak bicara dan justru membuat takut yang mendengarkanya, sangat cerdas dan punya kemampuan menggunakan tipu muslihat yang canggih. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya, lemah lembut perintahnya, juga perintahnya sangat menarik (tapi terdengar menghasut) dan dihormati. Banyak teman setia. Bisa tiba tiba angkuh, kurang menghargai orang lain, suka pamer kedudukannya yang lumayan.

Burungnya : Ayam hutan = liar budinya, dicintai oleh pembesar, tinggi budinya, banyak tanda-tanda akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat yang sunyi. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah/iklhas hanya  dilahir. 

Bahayanya : diteluh dan diracun, rahasianya terbongkar.

Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, sayur 7 macam, panggang ayam hitam. Selawatnya 40 keteng. Doanya : Rajukna

Candranya : Udan salah mangsa, artinya= hujan salah musim maksudnya rejekinya dari jual beli. Sering salah jalan dan tidak bisa diberhentikan.

Orang wuku bala baik untuk Mengunjungi Teman dan juga Mengumpulkan Orang, akan didatangi.

Ketika kala wuku berada di Barat-Laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku Wugu (mempermudah keduanya)

Kurang cocok: wuku sungsang (sewaktu waktu berisik dan bisa bertengkar)


26. Wuku Wugu, dewanya sanghyang Batara Singajalma = banyak akal, lekas mengerti, baik budinya, pintar dan banyak ilmunya, berhati pemberani, namun tindakannya sangat sembrono dan gegabah. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam (ingin mengenal) akan tetapi jika telah makan sering dicela orang, banyak rejekinya, perasa (sangat peka), senang suasana yang romantis, suka alat kelamin lawan jenisnya, mudah mencari pekerjaan, enak dilihat, kurang pandai bergaul namun sering didekati lingkaran pertemanannya. Burungnya : Podang = cemburuan, tidak suka berkumpul. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendiam. 

Bahayanya : digigit ular, atau disia-siakan, berselisih karena iri hati, jika sembrono bisa dimanfaatkan sampai rugi lahir batin.

Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan, jajan pasar, lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. Selawatnya 10 keteng. Doanya: Selamat.

 Candranya : awang-uwung = baik budinya. 

Wuku Wugu baik untuk pernikahan, dan menjual barang yang mudah dibeli.

Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku bala (bisa mengurangi kesembronoan orang Wugu)

Kurang cocok: wuku Julungwangi (mudah membuat iri orang wugu)


27. Wayang, dewanya batari Sri = banyak rejekinya, pradah, bakti, teliti, dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya, sabar, rela hati, akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah saat diucapkan dan kelihatan berfikir dalam namun saat dilaksanakan sulit (sukar dibelakang). Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak

Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar, liar budinya, berbakat angkuh, senang tinggal ditempat yang sunyi. 

Bahayanya : kenah tulah dan difitnah, dimanfaatkan karena angkuh.

Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan, ayam dimasak sesukanya, sayuran secukupnya. Selawatnya 40 keteng. Doanya : selamat. 

Candranya : damar murub, bumi langit = selamat, banyak ilmunya.

Wuku wayang baik untuk mengikuti organisasi, Tidak baik untuk menjenguk orang sakit

Ketika kolo wuku berada diatas, dalam 7 hari tak boleh naik.

Cocok: wuku kulantir (bisa mengerjakan apapun berbarengan)

Kurang cocok: wuku Pahang (saling berbanyak keras Budi)


28. Kulawu, dewanya sangyang Sadana = kuat budinya, besar harapannya. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya, dingin perintahnya. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang, kurang pandai. Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar harapannya, kuat budinya, menjadi tempat perlindungan teman-temannya (kawan).

Burungnya : Nori, boros, murka. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. 

Bahayanya : terkena bisa, terhalang karena ucapanya yang tumpul, bodoh. 

Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah, ikan dan daging burung, dimasak sekehendahnya. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Kabula. 

Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin, akhirnya besar kebahagiannya, hingga banyak rejekinya.

Wuku ini baik untuk Memberi Hadiah, tidak baik untuk bisnis yang rumit

Ketika kala wuku berada di Utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok: wuku Pahang (banyak ucapan mengharap dapat kedudukan)

Kurang cocok: wuku bala (keduanya salah perkiraan padahal hanya bertemu)


29. Dukut, dewanya sangyang Sakri = keras hatinya. Menghadapi keris terhunus = waspada, tajam pikirannya, segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya, dengki, jika tak cocok kelihatan tak mau didekati. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar, liar dan tinggi budinya, besar harapannya, suka tinggal ditempat sunyi, kadangkala Terlihat Disisihkan dari pergaulanm

Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. 

Bahayanya: lengah saat dimedan perang, celaka berlumuran darah, atau merasa kesusahan ditinggal orang yang paling baik padanya.

Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. Selawatnya satakswawe. Doanya : Slamet. 

Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya, penakut, namun banyak kawan.

Wuku ini baik untuk mendekati atasan, pembesar, dan sahabat

Ketika kala wuku berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Cocok : wuku. Watugunung, wuku Sinta, wuku julungpujud

Kurang  cocok: wuku pahang (keduanya bisa saling angkuh atau baik dan berkorban)




30. Watugunung, dewanya sangyang Antaboga dan batari Nagagini. Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa. Nagagini = gemar kepada asmara. Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi, jika menjadi pendita mendapat kehormatan besar, jika tidak suka berspekulasi atau cenderung memilih bertaruh, gemar bersemedi, sering bersedih hati. Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan, tinggi budinya, tidak suka pada keramaian, terlihat angkuh, teliti, suka berkhayal yang paranoid, namun sangat bertanggung jawab, disukai kawan-kawannya, ia suka bersolek dan wewangian, suka mencari-cari kesalahan orang lain dan tak malu membahasnya didepan orang lain. Burungnya : Gogik = cemburuan.

Bilahinya (Celakanya) : teraniaya, dicelakai karena membuat salah paham (emosi) dalam bicara, dikorbankan karena salah seseorang

Penangkalnya : selamatan beras sepitrah dikukus, lauknya daging binatang yang diburu, binatang berliang, burung, semuanya yang halal, dimasak bermacam-macam jenang, daun-daunan 7 macam. Selawatnya 9 keteng. Doanya : Mubarak. 


Candranya : Lintang wulan keraianan = terang hatinya, tetapi tidak bercahaya (orang yang selalu kesusahan karena kelakuannya sendiri)

Wuku ini baik untuk memulai membangun masjid, gereja, tempat sakral. Berpidato.


Ketika kala wuku berapa di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.



Cocok: semua wuku

Halangan Takdir: wuku kuruwelut

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.